"Lebih Mengerihkan lagi terjadi pada hari senin 01/11/2022 kembali Pimred Media Berantastipikor melaporkan lagi hasil temuan di Lapangan, terdapat di Rumah Oknum inisial H, melalui telpon genggamnya Kepala KPH Balantak itu mengatakan nanti saya perintahkan anggota saya untuk turun ke lapangan mengecek kebenaran laporanya, akan tetapi sampai pada malam hari awak Media Berantas Tipikor itu menunggu hasil laporan tersebut namun Kepala KPH tidak ada info alias kabar lagi, jelasnya.
"Untuk memastikanya lagi maka hal ini kembali media Berantas Tipikor.com ini menghubungi Kepala KPH Balantak melalui telpon genggamnya, namun Kepala KPH mengatakan bahwasanya anggota itu sudah saya berikan Surat Perintah Tugas (SPT) untuk melakukan tindakan awal untuk mengecek dari mana asal kayu yang ada dirumahnya, kemudian anehnya kami ini si Pelapor tidak dilibatkan menujukan kayu yang ditemukan oleh pimpinan Redaksi media Berantas Tipikor, belakangan diketahui hasil laporan dari Pimpinan Redaksi Media Berantastipikor itu di tindak lanjuti,akan tetapi hasilnya Menurut Kasih Perlindungan Hutan Sebut saja Anang mengtakan bahwa hasilnya nihil, dalam artiannya data yang di serahkan oleh pimpinan Redaksi sudah tidak sesuai dengan apa yang di temukan Pihak Kehutanan dilapangan dikarenakan barang Bukti sudah hilang,aneh bin ajaib, katanya".
“Pimpinan Redaksi media Berantas Tipikor mengatakan dengan tegas dan kenapa kami ini sebagai pelapor tidak dilibatkan untuk menujukan lakosi itu yang di maksud?, seharusnya kami ini dilibatkan dong biar ada keterbukaan Informasi Publik, bisa saja Anggota Tim Kehutanan KPH Balantak turun Sesuai SPT yang dikeluarkan Oleh Kepala KPH itu disalah Gunakan ucap Pimred, ini bisa saja terjadi, bisa juga tim hanya minum Kopi bersama oknum terduga pelaku, bisa saja SPT Itu Fiktif kamikan tidak mengetahui karena kami ini sebagai Pelapor tidak dilibatkan untuk menunjukan Lokasi kayu yang dimaksud, agar supaya SPT yang dikeluarkan oleh Kepala KPH tidak sia-sia seharusnya kami pelapor dilibatkan juga bukan dijadikan bahan untuk dijadikan SINETRON saja, ucap Herman.
Inilah yang sangat disayangkan sudah jelas-jelasnya pembalakan hutan yang diduga dilakukan.
( Pewarta : Kaperwil M.Nakir
)