Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Ekonomi - GTN Pariwisata - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Seekor gajah Betina Ditemukan Mati di Area Perkebunan " Polsek Serbajadi Amankan Lokasi

by Gardatipikornews
15 Oktober 2022 - 743 Views
ACEH TIMUR |

gardatipikornews.com 


sabtu, 15/10/2022 Seekor gajah betina ditemukan mati pada area perkebunan warga di Dusun Rukun Makmur, Gampong Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu, (15/10/2022) pagi. Memperoleh informasi adanya gajah mati tersebut, Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, S.H. bersama sejumlah anggotanya beserta personel Koramil 01/PNR, Perangkat Gampong Srimulya dan Forum Konservasi Leuser (FKL) mendatangi lokasi. “Setibanya di lokasi anggota kami langsung memasang garis polisi serta mengamankan TKP sambil menunggu Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.” kata Kapolsek. Setelah tim dari BKSDA Aceh tiba, langsung dilakukan nekropsi terhadap bangkai gajah untuk mengetahui penyebab kematian gajah. “Dari keterangan drh. julius dan drh. Mahmudi yang melakukan nekropsi menyimpulkan bahwa; gajah betina tersebut mati diduga disebabkan memakan bahan yang mengandung racun dan diperkirakan waktu kematian lebih kurang 2 hari atau 3 hari. Untuk kepentingan uji laboratorium tim dokter dari BKSDA mengambil beberapa organ tubuh dari gajah yang umurnya lebih kurang 6 sampai dengan 7 tahun tersebut,” kata Kapolsek. Sementara itu, 150 meter dari lokasi gajah mati, terdapat sebuah gubuk untuk menyimpan pupuk dan racun (pestisida) pemilik kebun. “Dinding gubuk terbuat dari kayu papan, kondisinya rusak. Besar kemungkinan dirusak oleh gajah yang mati itu. Kemudian dengan menggunakan belalainya gajah itu memakan sebagian dari pupuk dan pestisida sehingga mengakibatkan kematian.” Terang Kaposlek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, S.H. Sumber  : Zainal abidin (Red/gtn)
Sebelumnya
Letkol Tri Arto Resmi Di Kukuhkan Sebagai Ketua Umum Komunitas Mobil dan Motor Klasik...
Selanjutnya
Karang Taruna Desa Banjarsari Giat Acara Tausiyah Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhamad...

Berita Terkait :