Gardatipikornews.com
- Rp.15 juta terlalu mahal jika hanya untuk dijadikan pajangan di sekolah seperti yang terjadi di sejumlah sekolah SD dan SMP di aceh timur setelah dibeli dengan harga mahal di tahun 2021 kaset literasi aplikasi software malah menjadi pajangan bahkan tidak pernah digunakan sama sekali sampai saat ini. Kaset literasi aplikasi software di beli dengan harga 15 juta yang di alokasikan dari anggaran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) namun tidak semua sekolah di wajibkan untuk membeli kaset tersebut hanya beberapa sekolah yang ditunjuk oleh pihak dinas pendidikan dan kebudayaan aceh timur bahkan kepala sekolah mendapatkan fee 500 ribu dari pengadaan tersebut. Rildwan Kabid Dikdas dinas pendidikan dan kebudayaan aceh timur saat dikonfirmasi awak media mengaku jika dirinya tidak tau apapun terkait kaset lirerasi tersebut bahkan dirinya hanya mendengarkan saja pengadaan tersebut selebihnya dirinya tidak ia juga mengatakan jika persoalan tersebut semuanya melalui kepala dinas langsung.
"Pengadaan tersebut saya cuma dengar dan tidak tau apapun sebab persolan tersebut pihak ke-3 langsung dengan pak kadis"ujar Rildwan
Pengakuan Kabid Dikdas Rildwan justru berbanding terbalik dengan ketearangan salah seorang oknum guru di bawah korwil darul aman ia mengatakan jika kepala sekolah tempat ia mengajar sempat di panggil oleh kabid dikdas (Rildwan) ke dinas
sepulangnya dari dinas kepala sekolah merealisasi pengadaan kaset literasi tersebut atas perintah kabid dikdas begitu kata kepala sekolah kepada saya meskipun pada saat itu biaya sedang fokus untuk membenahi sekolah"ugkap oknum guru yang meminta namanya dirahasikan
Saiful Basri Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan saat dijumpai awak media mengatakan jika pengadaan tersebut adalah titipan dan pihak dinas pendidikan cuma memfasilitasi selebihnya pihak sekolah langsung dengan pihak penyedia barang."ungkap saiful
( Red@ksi.gtn.com )