"Kalau ada sosialisasi atau pemberitahuan dari awal, lanjut warga masyarakat tidak mempermasalahkan proyek drainase tersebut.
Akan tetapi pada saat saya pulang kerja dari kantor malam pulang ga bisa masuk mobil dan tadi subuh juga mau jalan berangkat kerja juga sama, loh ko bisa seperti itu tanpa ada pemberitahuan ke warga setempat terlebih dahulu, agar warga tau." Ucapnya.
Masih ungkap warga pemasangan yudit juga diduga kurang rapi pasalnya pemasangannya tidak masuk kuncian harusnya rapat dari sambungan kesambungan tapi dilihat pada renggang tidak rapi ini perlu pantaun dan kajian orang dinas karna ini proyek DPUPR proyek Negara hasil pajak, dari rakyat. Ungkap warga
Saat Kasi DPUPR di konfirmasi melalui pesan whatsap terkait pembangunan dreinase DPUR untuk dipintai tanggapan, akan tetapi tidak memberi jawaban.
Selanjutnya media mengkonfirmasi " Godeg " sebagai pelaksana lapangan melalui pesan whatsap, tidak memberi jawaban, pesan hanya dibuka hanya dibaca saja, tanpa ada jawaban.
Adi sucipto Sekertaris Desa Cigombong ketika dipintai tanggapan terkait proyek drainase yang dikeluhkan warga mengatakan "pihak Desa sudah memberikan himbauan lisan, belum tegoran tulisan kepada pelaksana agar pekerjaan yang paling diutamakan warga agar secepatnya terlebih dahulu dibereskan, supaya kegiatan masyarakat yang kepasar maupun, anak - anak sekolah aktivitasnya tidak terganggu,Pungkas Adi Sekdes Cigombong.
( @sp.PPRI | by.Red@ksi.gtn.com
)