Pariaman || Gardatipikornews.com -- Ratusan siswa MTsN 1 Kota Pariaman, mendadak merasakan pusing, mual hingga muntah-muntah di dalam ruangan kelas, setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Senin pagi (14/9/2026).
Suasana panik dan kekhawatiran, para guru setelah melihat siswa yang keracunan makanan tersebut, berusaha melarikan ke Rumah Sakit M.Yamin Kota Pariaman.
Kepanikan meledak tak lama setelah jam istirahat berakhir. Para majelis guru dan tenaga pendidikan bergerak pontang-panting menolong siswa yang tiba-tiba merasakan pusing, mual, hingga muntah-muntah di dalam ruang kelas. Situasi kian memburuk seiring bertambahnya jumlah siswa yang mengeluh sakit.
Suara sirine ambulans terdengar bersahut-sahutan, bolak-balik mengangkut para siswa yang membutuhkan penanganan medis mendesak menuju Rumah Sakit M. Yamin Pariaman. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit pun tampak penuh sesak oleh pasien dan keluarga yang datang dengan perasaan cemas.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa masalah bermula sekira pukul 10.00 WIB saat siswa menyantap hidangan, kemudian gejala mulai muncul sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa ruang kelas secara bersamaan.
“Usai mengonsumsi makanan, siswa mulai mengeluh pusing, mual, muntah, bahkan ada yang merasa gatal-gatal,” ungkap Tarmizi menguraikan kronologi kejadian yang mengejutkan seluruh warga madrasah tersebut.
Awalnya para siswa yang sakit dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk pertolongan pertama. Namun, karena jumlah korban terus bertambah dan kondisi kian memburuk, pihak sekolah mengambil keputusan tegas untuk merujuk mereka ke Rumah Sakit M. Yamin.
Menu yang disajikan pada pagi hari tersebut, diduga menjadi pemicu gejala yang dialami, yakni olahan ayam goreng dengan saus lada hitam. Hidangan tersebut, merupakan bagian dari pasokan rutin program MBG yang diterima sekolah.
Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan pihak sekolah, dari sekitar 400 siswa yang makan, tercatat hampir seratus orang mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan. Sekolah sendiri memiliki total sekitar 800 penerima manfaat program ini.
Lebih jauh dijelaskan, MTsN 1 Kota Pariaman telah menerima pasokan program Makan Bergizi Gratis selama kurang lebih enam bulan terakhir. Penyuplai makanan berasal dari dapur SPPG, yang dinaungi oleh Yayasan Duta Cahaya Bangsa.
Berdasarkan pembaruan data sementara yang dihimpun di lapangan, jumlah siswa di dugaan keracunan ini mencapai 150 orang. Angka tersebut mencakup 90 siswa yang berasal dari MTsN 1 Kota Pariaman.
Merespons keadaan darurat tersebut, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa lebih awal pada pukul 13.30 WIB. Langkah ini diambil demi keamanan dan ketertiban, serta memudahkan penanganan bagi mereka yang masih membutuhkan istirahat atau perawatan.
Pewarta: Tim Gtn || Publikasi : Red@ksi.gtn.com